Kelas IV saya terpilih menjadi dokter cilik. sebenarnya bukan saya yang dipilih pertama kali. saya dipilih setelah ada teman sekelas yang entah mengapa diganti. dan sayapun tidak tau mengapa terpilih.
Berbaju putih putih, bertopi biru muda persis seragam dokter cilik saat ini. dengan pin di dada kiri kami dilantik di balaikota jakarta langsung oleh gubernur dki jakarta.
Tugas kami sebagai dokter cilik yang rutin kami lakukan adalah kumur-kumur menggunakan air yang rasanya sangat sangat kecut, gak enak, bikin eneg. Pokoknya kalau air itu sudah dimasukkan ke mulut rasanya ingin cepat-cepat dibuang. Tapi peraturannya air itu harus kami kumur selama beberapa menit. Penderitaan anak SD waktu itu.
Tugas kedua adalah memeriksa kesehatan mata teman-teman. Ketajaman mata di tes dengan gambar di papan. Aku yang memang agak rabun agak takut juga kalau nanti dites ternyata mataku rabun. Diam-diam aku dan beberapa teman menghafal angka-angka yang ada di depan mirip Mr. Bean.